Akhir-akhir ini saya banyak nemu istilah unik dalam bahasa Jepang, ini pastinya tidak akan diajarkan di kampus atau di tempat kursus.
Nu kumaha sih?

  1. 馬鹿な計画 (baka na keikaku)
    Makna harfiah : rencana yang bodoh
    Makna kontekstual : Rencana yang tidak masuk akal, rencana yang ngawur, rencana yang asal-asalan
  2. 無責任な数字 (musekinin na suuji)
    Makna harfiah : angka yang tidak bertanggungjawab
    Makna kontekstual : Angka yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, angka palsu, data palsu, data yang isinya penuh kebohongan, angka asal-asalan.
  3. 体質向上 (taishitsu koujou)
    Makna : peningkatan mutu
    “Mutu” yang dimaksud bukan hanya mencakup barang, tapi mutu pekerjaan juga.
  4. データの刈り取り (deeta no karitori)
    Makna harfiah : memanen data (刈り取る→memanen padi)
    Makna kontekstual : Meminta data dari pihak tertentu untuk dijadikan referensi atau acuan suatu aktivitas, misalnya data hasil pengetesan mutu, data yang diperoleh dari hasil evaluasi (評価) tertentu.
  5. コストの刈り取り(kosuto no karitori)
    Makna harfiah : memanen biaya
    Makna kontekstual : upaya yang dilakukan agar target cost down atau target biaya dapat tercapai.
    Biasanya ungkapan ini digunakan saat target cost down/anggaran ada yang tidak tercapai. Misalnya dari 10 pos anggaran, ada satu pos yang tidak tercapai targetnya, pos itulah yang akan dijadikan sasaran penanganan biaya agar targetnya tercapai.
    Bisa berlaku untuk keseluruhan biaya, bisa juga sebagian.
  6. 意思入れ (Ishi’ire)
    Makna harfiah : memasukkan ide, gagasan, pemikiran
    Makna kontekstual : Permintaan khusus, settingan tambahan, tindakan yang dilakukan di luar kesepakatan.
    Contoh (1) kita mau pesen martabak coklat keju, terus kita bilang kita si mamangnya “mang, coklatnya banyakin ya”, itu namanya 意思入れ (permintaan khusus).
    Contoh (2) kita membuat proposal atau rencana kegiatan, formatnya (standarnya) sudah ada, lalu kita modifikasi formatnya, ditambah kolomnya atau ada bagian yang diubah tata letaknya (layout), itu namanya 意思入れ (settingan tambahan).
    Contoh (3) si A dan si B mau jajan seblak, duitnya cuma cukup untuk membeli satu bungkus seblak, kemudian mereka berunding dan sepakat untuk melakukan pembagian, seteng-seteng (50:50), tapi aktualnya si A malah ambil bagian lebih banyak (ini poin 意思入れnya), sehingga pembagiannya jadi 60:40, ini juga disebut 意思入れ (tindakan yang dilakukan diluar kesepakatan).
  7. 生産勝ち (seisankachi)
    Makna harfiah : kemenangan produksi.
    Makna kontekstual : target produksi tercapai.
  8. 生産負け (seisanmake)
    Makna harfiah : kekalahan produksi
    Makna kontekstual : target produksi tidak tercapai.
    Target produksi yang tidak tercapai ini akan dianggap “utang yang harus dibayar”.
  9. 挽回生産 (bankai seisan)
    Makna harfiah (produksi untuk pemulihan, 挽回 : pemulihan)
    Makna kontekstual : produksi yang dilakukan untuk “membayar utang produksi (生産負け)”.
  10. 抜け漏れ (nukemore)
    Kata ini adalah fusion (gabungan) antara 抜ける (terlewat) dan 漏れる (bocor).
    Makna kontekstualnya, “sesuatu yang terlewat, terlupakan, terabaikan”.
    Misalnya dalam satu proses kerja, ada langkah yang terlewat, tidak dikerjakan, itu namanya 抜け漏れ.
    Udah gitu aja.
    Semoga tidak puas.

Heru Erlangga